Suzuki Burgman 150 vs Honda PCX 160 vs Yamaha NMax 155 — Siapa Raja Matic Gambot 2026?
Segmen skutik gambot alias maxi scooter 150-160cc di Indonesia makin panas saja di tahun 2026. Kalau dulu cuma Honda PCX dan Yamaha NMax yang saling lempar tameng, sekarang Suzuki mau masuk arena lewat Burgman 150 yang baru saja resmi meluncur di Kolombia dan jadi pembicaraan hangat di kalangan bikers tanah air.
Pertanyaannya: kalau ketiga motor ini ada di satu arena, siapa yang bakal jadi raja? Yuk, kita bedah satu-satu secara mendalam — bukan cuma lihat brosur, tapi dari sudut pandang rider yang beneran pakai motor tiap hari.
Spesifikasi Sekilas: Siapa Bawa Apa?
Sebelum masuk analisis, ini dulu data ringkas ketiga motor biar gambaran besar langsung kebayang:
Mesin & Performa:
- Suzuki Burgman 150: 149 cc, 1-silinder, liquid cooled, FI — 14,2 hp @ 8.500 rpm / 14,2 Nm @ 6.500 rpm
- Honda PCX 160: 156,9 cc eSP+, 4-valve, liquid cooled, FI — 15,8 PS @ 8.500 rpm / 14,7 Nm @ 6.500 rpm
- Yamaha NMax 155: 155 cc Blue Core VVA, 4-valve, liquid cooled, FI — 15,2 PS @ 8.000 rpm / 13,9 Nm @ 6.500 rpm
Dimensi & Berat:
- Burgman 150: Bobot ±145 kg, tinggi jok 760 mm, tangki 8 liter, bagasi 24-25 liter
- PCX 160: Bobot ±133 kg, tinggi jok 764 mm, tangki 8,1 liter, bagasi 30 liter
- NMax 155: Bobot 130 kg, tinggi jok 765 mm, tangki 7,1 liter, bagasi ±25 liter
Harga OTR Jakarta 2026:
- Burgman 150: Belum resmi di Indonesia (estimasi Rp 33-36 juta jika masuk)
- PCX 160 CBS: Rp 34.350.000
- PCX 160 ABS: Rp 37.951.000
- PCX 160 RoadSync: Rp 40.951.000
- NMax 155 Standard: Rp 32.175.000
- NMax 155 S Version: Rp 33.175.000
Analisis Aspek per Aspek
1. Performa Mesin: PCX Teratas, Tapi NMax Paling Seru
Soal tenaga mentah, Honda PCX 160 jadi rajanya dengan output 15,8 PS — yang paling besar di antara ketiganya. Mesin eSP+ emang sudah terkenal karakternya halus tapi punya dorongan solid di putaran menengah ke atas. Torsi 14,7 Nm-nya juga paling besar, bikin akselerasi dari diam terasa galak.
Tapi kalau soal karakter berkendara yang seru, Yamaha NMax 155 punya kartu as: VVA (Variable Valve Actuation). Teknologi ini bikin motor punya dua karakter — putaran bawah torsi nendang untuk macet-macetan Jakarta, putaran atas tenaga membara untuk jalan tol. NMax meski tenaganya 15,2 PS (sedikit di bawah PCX), tapi sensasi riding-nya terasa lebih sporty dan involving.
Suzuki Burgman 150 di urutan ketiga soal output mesin (14,2 hp), tapi ini wajar karena kapasitas mesinnya juga paling kecil (149 cc vs 155-156,9 cc). Karakter mesinnya lebih ke arah smooth dan comfortable, bukan orientasi balap. Platform-nya sendiri mengadopsi basis Haojue UFR150 dari China yang kemudian disetel ulang oleh Suzuki.
Verdict performa: PCX 160 > NMax 155 > Burgman 150
2. Kenyamanan: Burgman Bisa Jadi Dark Horse
Ini aspek menarik. Burgman 150 memang didesain sebagai maxi scooter murni — bodi besar, fairing tinggi, kaca depan protectif, jok lebar, dan foot deck luas. Tinggi jok 760 mm juga paling rendah, bikin rider dengan postur sedang bisa flat foot dengan mudah. Suzuki memang fokus Burgman sebagai touring scooter, bukan skutik harian yang ringkas.
PCX 160 juga nyaman, apalagi varian RoadSync yang sudah pakai subtank rear suspension — suspensi belakangnya jauh lebih empuk dan stabil dibanding varian biasa. Ergonomi PCX memang sudah jadi benchmark di kelasnya.
NMax 155 nyaman juga, tapi jok yang lebih sporty dan posisi berkendara yang agak condong ke depan bikin dia kurang ideal untuk touring jarak jauh dibanding dua rivalnya. Jok NMax memang lebih keras — trade-off untuk handling yang lebih sharp.
Verdict kenyamanan: Burgman 150 > PCX 160 > NMax 155
3. Fitur & Teknologi: Ketat, Tapi PCX RoadSync Paling Lengkap
Ini dimana pertarungannya paling seru:
Suzuki Burgman 150 bawa fitur yang lumayan lengkap untuk pendatang baru:
- Dual-channel ABS
- Traction control
- Full LED lighting
- Layar TFT
- Keyless system
- USB-C charging
Honda PCX 160 punya fitur yang paling bertingkat:
- Varian CBS: LED, bagasi 30L, USB-C — tapi kunci manual, tanpa HSTC
- Varian ABS: Tambah Smart Key, HSTC (traction control), ABS depan, alarm
- Varian RoadSync: Tambah layar TFT 5”, koneksi smartphone via Honda RoadSync, subtank suspension
Yamaha NMax 155 juga punya fitur yang oke:
- VVA (eksklusif di kelas ini)
- Traction control
- Full LED
- Y-Connect (koneksi smartphone)
- USB charger
Yang menarik, Burgman 150 langsung bawa dual-channel ABS di varian standarnya — sesuatu yang di PCX harus bayar varian ABS (Rp 37,95 juta) baru dapet, dan itupun cuma ABS depan. Ini bisa jadi selling point kuat Burgman kalau benar masuk Indonesia dengan harga kompetitif.
Verdict fitur: PCX 160 RoadSync (paling lengkap) > Burgman 150 (fitur standar paling komplet) > NMax 155
4. Konsumsi BBM: PCX Juara Efisiensi
Honda memang rajanya efisiensi. PCX 160 tercatat mampu 42,2 km/liter dalam mode WMTC — angka yang sangat impressif untuk motor 160cc. Ditambah kapasitas tangki 8,1 liter, jarak tempuh per isi ulang bisa mencapai 340 km lebih. Gila gilaan.
NMax 155 diperkirakan berada di kisaran 37-42 km/liter tergantung mode berkendara dan kondisi jalan. VVA membantu efisiensi di putaran bawah, tapi secara overall masih kalah tipis dari eSP+ Honda. Tangki 7,1 liternya juga paling kecil — estimasi jarak tempuh per tangki sekitar 280-300 km.
Untuk Burgman 150, belum ada data konsumsi BBM resmi WMTC. Tapi dengan bobot 145 kg (paling berat di antara ketiganya) dan mesin 149 cc, estimasi kasar berada di kisaran 35-40 km/liter. Tangki 8 liter lumayan besar, tapi bobot berat pasti pengaruhi konsumsi.
Verdict BBM: PCX 160 (42,2 km/L) > NMax 155 (~37-42 km/L) > Burgman 150 (est. 35-40 km/L)
5. Harga & Value for Money: NMax Masih Raja Harga
Ini faktor penentu buat banyak orang:
NMax 155 Standard di harga Rp 32,1 juta itu value yang susah ditandingi. Udah dapat VVA, traction control, LED, Y-Connect — fitur yang di PCX harus naik ke varian ABS (Rp 37,95 juta) baru dapet semuanya. Selisih hampir Rp 6 juta itu bukan main-main.
PCX 160 CBS di Rp 34,35 juta itu harga yang wajar untuk big skutik Honda — tapi fiturnya memang basic. Kalau mau fitur lengkap, harus naik ke ABS di Rp 37,95 juta yang menurut kami varian paling worth it dari PCX.
Burgman 150 belum ada harga resmi Indonesia, tapi kalau mengacu ke harga di Kolombia dan mempertimbangkan positioning Suzuki, estimasinya berkisar Rp 33-36 juta. Kalau Suzuki bisa mendaratkan Burgman 150 di kisaran Rp 33-34 juta dengan dual ABS dan traction control standar, itu bakal jadi game changer di segmen ini.
Kesimpulan & Rekomendasi
Tiga motor ini punya karakter yang berbeda, dan “yang terbaik” sangat bergantung kebutuhan lo sebagai rider:
Pilih Yamaha NMax 155 kalau:
- Budget under Rp 33 juta tapi mau fitur lengkap (VVA, traction control, connected)
- Pengen motor yang seru dikendarai, sporty, dan lincah di jalanan kota
- Lo rider yang suka karakter mesin responsif dan handling tajam
Pilih Honda PCX 160 kalau:
- Kenyamanan dan efisiensi BBM jadi prioritas utama
- Lo butuh bagasi besar (30 liter, paling luas di kelasnya)
- Budget fleksibel — varian ABS (Rp 37,95 juta) rekomendasi kami untuk fitur terlengkap
- Pengen motor yang “aman” — after-sales Honda tersebar di mana-mana
Pilih (atau tunggu) Suzuki Burgman 150 kalau:
- Kenyamanan touring dan desain maxi scooter premium jadi prioritas
- Lo pengen dual-channel ABS dan traction control tanpa harus beli varian tertinggi
- Bersabar — karena memang belum resmi di Indonesia, tapi potensinya besar
Bottom line: Kalau harus pilih satu motor untuk harian di 2026, PCX 160 ABS masih combo paling seimbang antara performa, fitur, efisiensi, dan after-sales support. Tapi kalau Suzuki beneran masukin Burgman 150 ke Indonesia dengan harga dan fitur yang right, persaingan bakal makin seru. Kita tunggu saja.
Harga dan spesifikasi berdasarkan data resmi per Juni 2026. Harga OTR dapat berbeda di setiap wilayah Indonesia.