Motor Listrik Termurah 2026: 12 Skutik Listrik di Bawah Rp35 Juta, Mana Paling Worth It?
Beranda Harga Motor Motor Listrik Termurah 2026: 12 Skutik Listrik di …
Harga Motor

Motor Listrik Termurah 2026: 12 Skutik Listrik di Bawah Rp35 Juta, Mana Paling Worth It?

otohemat otohemat 31 Komentar

Bensin makin mahal, jaringan SPKLU makin ngebut diperluas, dan pemerintah masih ngasih potongan subsidi Rp 5 juta untuk tiap motor listrik baru. Wajar kalau 2026 ini makin banyak pengendara yang serius mikirin pindah ke motor listrik. Tapi masalahnya: pas kamu buka katalog, ada belasan brand — ECGO, Selis, Volta, Gesits, Alva, Yadea, Polytron — semua ngaku “termurah” dan “terhemat”. Mana yang beneran worth it?

Nah, artikel ini bukan sekadar daftar harga. Kami bedah jangkauan, kecepatan puncak, sistem baterai, dan biaya operasional tiap motor biar kamu nggak salah pilih. Semua data diambil dari harga katalog 2026 terbaru.

Kenapa Motor Listrik Mulai Masuk Akal di 2026?

Sebelum masuk daftar, pahami dulu kenapa listrik kini worth dipertimbangkan:

  • Biaya pengisian murah banget. Kapasitas baterai motor listrik kebanyakan cuma 1–3 kWh. Isi penuh pakai listrik rumah biayanya di kisaran Rp 2.000–5.000 per pengisian — jauh di bawah seharga satu liter Pertalite.
  • Perawatan minim. Nggak ada oli mesin, nggak ada busi, nggak ada filter udara yang rutin diganti. Yang dirawat cuma ban, rem, dan aki.
  • Subsidi Rp 5 juta masih berlaku untuk kendaraan listrik baru (1 KTP = 1 unit), yang bikin beberapa model ambyar harganya.

Tapi motor listrik juga punya “harga” yang sering luput: jangkauan terbatas dan ketersediaan stasiun pengisian/sistem tukar baterai. Itulah kenapa kamu harus teliti sebelum beli.

Tabel Harga Motor Listrik Termurah 2026

MotorHarga (2026)BateraiJangkauanTop Speed
ECGO 2Rp 6,9 jutaSewa baterai Rp 95.000/bln70 km60 km/jam
Selis E-Max (SLA)Rp 15,5 jutaSLA 60V 25Ahs/d 120 km50 km/jam
Volta 401Rp 16,95 jutaLi-ion 60V 20Ah, dual slot60–120 km60 km/jam
BF Goodrich CGRp 19,8 jutaLi-ion~80 km60 km/jam
Polytron Fox-RRp 20,5 jutaLi-ion~90 km60 km/jam
Yadea T9Rp 21,5 jutaLi-ion~80 km65 km/jam
Selis E-Max (Single Li)Rp 22 jutaLi-ion 60V 25Ahs/d 120 km60 km/jam
Charged RimauRp 26,88 jutaLi-ion~90 km80 km/jam
Gesits ElectricRp 28,7 jutaLi-ion 72V 20Ah50–100 km70 km/jam
Alva OneRp 34,99 jutaLi-ion 60V 45Ah (2,7 kWh)~70 km80 km/jam

Harga bisa berbeda tiap dealer dan berubah sewaktu-waktu. Harga setelah subsidi bisa lebih murah Rp 5 juta.

Klasemen Value: Dari Hemat Sampai Nendang

Tier Entry — Di Bawah Rp15 Juta: ECGO 2

ECGO 2 jadi juara kelas murah meriah dengan harga Rp 6,9 juta. Motor ini punya konsep unik: baterai disewa, bukan dibeli. Kamu bayar Rp 95.000 per 30 hari dan tinggal tukar baterai di stasiun. Kelebihannya, kamu nggak pernah pusing soal baterai ngedrop lama-lama. Kekurangannya? Top speed cuma 60 km/jam dan jangkauan 70 km — cukup untuk harian kota, tapi jangan dipakai jarak jauh.

Kalau kamu ojol atau kurir dalam kota, ECGO 2 adalah pilihan paling masuk akal soal biaya.

Tier Mid — Rp15–22 Juta: Volta 401 & Selis E-Max

Ini segmen paling ramai dan paling worth buat pengguna umum.

Volta 401 (Rp 16,95 juta) unggul berkat dual slot baterai dengan ekosistem SGB (Sistem Ganti Baterai) — kamu bisa tukar baterai habis di stasiun tanpa nunggu ngecas. Dengan dua baterai, jangkauannya bisa menyentuh 120 km. Motor ini juga desainnya paling mirip matic bensin kekinian, jadi nggak kelihatan “motor mainan”. Tips: harga bisa anjlok ke Rp 11,9 jutaan setelah subsidi — angka yang lumayan gila.

Tapi jujur, ada catatan: sebagian pengguna di forum melaporkan after-sales Volta lambat dan keluhan soal kualitas baterai. Jadi pastikan diler resminya dekat dan responsif sebelum kamu tebus.

Selis E-Max hadir dalam dua varian baterai: SLA (Rp 15,5 juta) dan Lithium (Rp 22 juta). Varian Lithium jauh lebih layak karena lebih ringan, lebih awet, dan jangkauan sampai 120 km. Varian SLA harganya memang nggantung, tapi baterai timah (SLA) cepat ngedrop dan berat — kecuali budget kamu benar-benar pas, mending nambah sedikit ke Lithium.

Polytron Fox-R (Rp 20,5 juta) dan Yadea T9 (Rp 21,5 juta) juga layak diperhitungkan, terutama kalau kamu cari brand dengan jaringan dealer yang relatif mudah dijangkau.

Tier Atas — Rp25–35 Juta: Gesits & Alva One

Kalau budget lebih longgar dan kamu pengen motor listrik yang performanya mulai setara matic bensin:

Gesits Electric (Rp 28,7 juta) adalah motor listrik “anak bangsa” yang paling punya nama. Ditenagai motor 5 kW dengan baterai Li-ion 72V 20Ah, dia bisa nyentuh 70 km/jam dengan jangkauan 50 km (satu baterai) atau 100 km (dual baterai). Waktu pengisian relatif cepat, 3–4 jam. Gesits juga punya jaringan stasiun tukar baterai di beberapa kota besar.

Alva One (Rp 34,99 juta) adalah “premium entry” dengan performa paling nendang di kelas harganya: 4,8 kW (±5,5 Tk) dan torsi gede 46 Nm yang bikin akselerasi nggak kalah sama matic 125cc bensin. Top speed-nya 80 km/jam, cukup buat naik jalan arteri. Tapi harganya sudah lumayan, dan jangkauan ~70 km artinya kamu harus rajin ngecas.

Yang Wajib Dicek Sebelum Beli

  1. Sistem baterai: swap atau charge? Swap (tukar di stasiun, seperti Volta & Gesits) lebih praktis tapi tergantung ketersediaan stasiun di kotamu. Charge di rumah lebih fleksibel tapi butuh waktu 3–8 jam.
  2. Jangkauan asli. Angka di katalog biasanya kondisi ideal. Untuk pemakaian nyata, asumsikan 70–80% dari klaim jangkauan.
  3. Kekuatan listrik rumah. Motor seperti Alva One butuh daya rumah minimal 1.300 Watt untuk ngecas normal.
  4. Jaringan after-sales. Ini titik kritis. Banyak keluhan motor listrik bukan soal motornya, tapi service center yang jauh atau responsifnya lemah.
  5. Manfaatkan subsidi. Dengan 1 KTP kamu bisa dapat potongan Rp 5 juta — jangan dilewatkan.

Rekomendasi Otohemat

KebutuhanPilihan TerbaikAlasan
Budget super ketat / ojol dalam kotaECGO 2Termurah, baterai sewa nggak pusing
Pengguna harian, mau matic-styleVolta 401Dual baterai + swap, harga anjlok setelah subsidi
Mau baterai awet & jangkauan jauhSelis E-Max LithiumJangkauan 120 km, baterai Li awet
Performa setara matic bensinAlva OneTorsi 46 Nm, top speed 80 km/jam
Brand lokal ternama + swapGesits Electric5 kW, stasiun tukar baterai terjaring

Kesimpulan

Motor listrik di 2026 sudah bukan cuma “mainan ramah lingkungan” — di segmen harga Rp 15–22 juta, mereka sudah jadi alternatif serius buat matic bensin harian, terutama kalau kamu manfaatin subsidi Rp 5 juta.

Tapi ingat, motor listrik paling worth it itu bukan yang paling murah di kertas, melainkan yang cocok dengan pola berkendaramu. Kalau kamu jarang keluar kota dan rumah/dekermu dekat stasiun tukar baterai, Volta 401 atau Gesits bakal bikin kamu lupa sama pom bensin. Tapi kalau kamu sering balap jarak jauh atau tinggal di kota yang infrastruktur listriknya masih sepi, mungkin matic bensin irit seperti Honda Beat atau Yamaha X-Ride 125 tetap pilihan lebih bijak.

Hitung dulu jarak harianmu, cek ketersediaan stasiun pengisian/baterai di kotamu, lalu pilih sesuai budget. Value for money itu soal nyocokin kemampuan motor dengan kebutuhanmu — bukan cuma soal harga termurah.

otohemat

otohemat

Penulis di Otohemat — membahas perbandingan motor, tips hemat berkendara, dan review kendaraan terbaru untuk pengendara Indonesia.